Resume Kekuasaan Dalam Kepemimpinan Pendidikan



Kekuasaan dalam kepemimpinan pendidikan, Kekuasaaan merupakan suatu kekuatan atau kemampuan yang dimiliki seseorang atau kelompok orang yang dapat mempengaruhi, menggerakkan orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung sesuai dengan kehendak pemegang kekuasaan. Pemimpin yang tidak memiliki kekuasaan atau kekuatan tidak akan diangap oleh anggotanya. Untuk itu seorang pemimpin selain memiliki power atau kekuasaan juga harus memiliki kewibawaan yang akan menjadikan pemimpin lebih tepat dan lebih cepat dalam mencapai tujuan kelompok.
Tipe kekuasaan yaitu :
      1.      Kekuasaan yang memiliki legitimasi
Kepatuhan terhadap perintah dan aturan yang sah akan lebih terjadi pada anggota yang mengakui organisasi dan loyal terhadapnya.
      2.      Kekuasaan memberi penghargaan
Persepsi dari seorang target bahwa agen mempunyai kendali terhadap sumberdaya yang penting dan penghargaan yang diinginkan oleh seorang target. Kekuasaan memberi penghargaan ini berasal dari bentuk wewenang formal untuk mengalokasikan sumber daya dan imbalan.
      3.      Kekuasaan memaksa
Pemimpin yang menerapkan kekuasaan memaksa kepada bawahan membuat dasar wewenang memberi hukuman. Keuasaan memaksa ini akan sulit diterrpkan karenan akan menimbulkan kebencian dan dendam dari para bawahan.
      4.      Kekuasaan berdasarkan refrensi
Diperoleh dari keinginan orang lain untuk menyenangkan peresaan seseorang yang kepadanya mereka meiliki perasaan kasih, penghormatan, dan kesetiaan yang kuat.
      5.      Kekuasaan berdasarkan keahlian
Masalah yang dihadapi oleh target hanya bisa diselesaikan oleh keahlian yang dimiliki oleh agen.
      6.      Kekuasaan terhadap informasi
Kekuasaan ini melibatkan akses terhadap informasi vital dan kendali atas distribusi informasi kepada orang lain.
      7.      Kekuasaan terhadap koneksi.
Hubungan kekuasaan dan komunikasi dalam pendidikan adalah sebagai alat dan sarana pikiran yaitu komunikasi dipakai untuk maksud tertentu seperti memberi instruksi, membujuk atau memperoleh kekasaan. 

Ada dua teori yang menjelaskan cara kekasan dapat diperoleh atau hilang, yaitu (1) teori pertukaran sosial yang menjelaskan car akekuasaan diperoleh dan hilang saat terjadi proses saling mmpengaruhi siring waktu antara pemimpin dan bawahan dalam kelompok kecil. (2) teori kontingensi strategis menjelaskan cara diperoleh dan hilangnya kekuasaan berbagai subunit dalam organisasi dan implikasi dari distribusi kekuasan tersebut utnuk efektivitas organisasi dalam lingkungan yang berubah. Dalam konteks pendidikan kekuasaan penting karena jika soerang pemimpin menggunakan kekuasaannya dengan bijak maka tidak khayal proses pendidikan akan lancar dan terarah sehingga dapt tercapainya tujuan pendidikan.

Resume Budaya Organisasi



Menurut Sonhadji dalam (Soetopo: 2010) Budaya organisasi adalah proses sosialisasi anggota organisasi untuk mengembangkan persepsi, nilai dan keyakinan terhadap organisasi. Budaya organisasi mengacu kepada norma, prilaku, asumsi, dan keyakinan dari suatu organisasi. William Ouchi dalam e-book (Sun’an, 2013: 2) mengartikan budaya organisasi sebagai simbol simbol, upacara - upacara, dan mitos-mitos yang mengkomunikasikan nilai-nilai dan keyakinan-keyakinan dasar dari organisasi. 
Fungsi budaya organisasi dibagi menjadi 2 yaitu fungsi eksternal dan internal. Fungsi eksternal budaya organisasi adalah untuk melalukan adaptasi terhadap lingkungan di luar organisai oleh karena itu organisasi akan selalu ada penyesuaian semakin kuat budaya organisasi makin tidak mudah terpengaruh oleh budaya yang berkembang di lingkungan.Fungsi internal yaitu berkaitan dengan integrasi berbagai sumber daya yang ada di organisasi termasuk sumberdaya manusia. Kekentalan fungsi integrasi semakin kuat jika di dalam organisasi berkembang norma, tradisi, peraturan dll, yang terus-menerus dipupuk oleh anggota organisasi.  
Karakteristik Budaya Organisasi,dengan merujuk pada pemikiran Fred Luthan, dan Edgar Schein, yang dikutip oleh Sudrajat (2008). Di bawah ini akan dsebutkan tentang karakteristik budaya organisasi di sekolah, yaitu tentang (1) obeserved behavioral regularities; (2) norms; (3) dominant value. (4) philosophy; (5) rules dan (6) organizationclimate.
            Iklim Organisasi,Hoy dan Miskel dalam Suherman (2013) mengemukakan bahwa  Organization climate is a relatively enduring quality of scool environment that experience by teachers affect their behavior, and is besed om their collective perpection of behavior in school. A climate emerges through the interaction of members and exchange of sentiment omong them. The climate of a school is its “personality”. (Iklim organisasi adalah kualitas lingkungan sekolah yang berlangsung secara relativ yang dialami oleh guru memengaruhi sikap-sikapnya dan itu berdasarkan kepada kepentingan secara bersama tentang “sikap” di sekolah. Suatu iklim timbul melalui interaksi dari anggota dan pertukaran perasaan diantara mereka iklim organisasi sekolah adalah keperibadianya). 
            Tipe-tipe Iklim Organisasi Sekolahmenurut Suherman (2011) terdapat 4 klasifikasi iklim organiasi yaitu : 1. Iklim Terkendali (engaged climate); 2. Iklim Lepas(disengaged climate); 3. Iklim Tertutup(closed climate); 4. Iklim Terbuka(open climate).

Popular Posts