Resume Kekuasaan Dalam Kepemimpinan Pendidikan
07.00
Kekuasaan dalam
kepemimpinan pendidikan, Kekuasaaan merupakan suatu kekuatan
atau kemampuan yang dimiliki seseorang atau kelompok orang yang dapat
mempengaruhi, menggerakkan orang lain baik secara langsung maupun tidak
langsung sesuai dengan kehendak pemegang kekuasaan. Pemimpin yang tidak
memiliki kekuasaan atau kekuatan tidak akan diangap oleh anggotanya. Untuk itu
seorang pemimpin selain memiliki power atau kekuasaan juga harus memiliki
kewibawaan yang akan menjadikan pemimpin lebih tepat dan lebih cepat dalam
mencapai tujuan kelompok.
Tipe kekuasaan yaitu :
1.
Kekuasaan yang memiliki
legitimasi
Kepatuhan terhadap perintah dan aturan
yang sah akan lebih terjadi pada anggota yang mengakui organisasi dan loyal
terhadapnya.
2.
Kekuasaan memberi
penghargaan
Persepsi dari seorang target bahwa agen
mempunyai kendali terhadap sumberdaya yang penting dan penghargaan yang
diinginkan oleh seorang target. Kekuasaan memberi penghargaan ini berasal dari
bentuk wewenang formal untuk mengalokasikan sumber daya dan imbalan.
3.
Kekuasaan memaksa
Pemimpin yang menerapkan kekuasaan
memaksa kepada bawahan membuat dasar wewenang memberi hukuman. Keuasaan memaksa
ini akan sulit diterrpkan karenan akan menimbulkan kebencian dan dendam dari
para bawahan.
4.
Kekuasaan berdasarkan
refrensi
Diperoleh dari keinginan orang lain
untuk menyenangkan peresaan seseorang yang kepadanya mereka meiliki perasaan
kasih, penghormatan, dan kesetiaan yang kuat.
5.
Kekuasaan berdasarkan
keahlian
Masalah yang dihadapi oleh target hanya
bisa diselesaikan oleh keahlian yang dimiliki oleh agen.
6.
Kekuasaan terhadap
informasi
Kekuasaan ini melibatkan akses terhadap
informasi vital dan kendali atas distribusi informasi kepada orang lain.
7.
Kekuasaan terhadap
koneksi.
Hubungan
kekuasaan dan komunikasi dalam pendidikan adalah sebagai alat dan sarana
pikiran yaitu komunikasi dipakai untuk maksud tertentu seperti memberi
instruksi, membujuk atau memperoleh kekasaan. Ada dua teori yang menjelaskan cara kekasan dapat diperoleh atau hilang, yaitu (1) teori pertukaran sosial yang menjelaskan car akekuasaan diperoleh dan hilang saat terjadi proses saling mmpengaruhi siring waktu antara pemimpin dan bawahan dalam kelompok kecil. (2) teori kontingensi strategis menjelaskan cara diperoleh dan hilangnya kekuasaan berbagai subunit dalam organisasi dan implikasi dari distribusi kekuasan tersebut utnuk efektivitas organisasi dalam lingkungan yang berubah. Dalam konteks pendidikan kekuasaan penting karena jika soerang pemimpin menggunakan kekuasaannya dengan bijak maka tidak khayal proses pendidikan akan lancar dan terarah sehingga dapt tercapainya tujuan pendidikan.
0 komentar